Sabtu, 07 September 2013
Jumat, 06 September 2013
Pengembangan dan Pelestarian Agensi Hayati : Tyto Alba (bagian kedua)
Pada postingan yang lalu penulis telah
memaparkan potensi Tyto alba sebagai
pilihan untuk mengendalikan hama tikus. Untuk mengendalikan hama tikus dengan Tyto alba tentunya kita harus yakin dulu
dengan keberadaan Tyto alba di
sekitar kita. Ada empat tahapan dalam melestarikan
dan mengembangkan Tyto alba, yaitu :
1.Investigasi,
yaitu mencari keberadaan Tyto alba
pada habitatnya. Tyto alba merupakan
jenis burung berumah satu dan setia dengan sarangnya. Burung ini tidak bisa
membuat sarang, tempat tinggalnya biasanya di atap gedung-gedung tua, atap
rumah atau di batang pohon yang sudah lapuk. Keberadaan Tyto alba ditandai dengan adanya kotoran di sekitar sarang. Kotoran
berupa faeses berwarna putih atau berupa gumpalan tulang dan tengkorak tikus
sisa- sisa fermentasi dalam saluran cernanya. Jika kita menemukan tanda-tanda
tersebut bisa dipastikan ada Tyto alba
di tempat tersebut.
Senin, 02 September 2013
Sabtu, 31 Agustus 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
Petanipun Bisa Membuat Pupuk Sendiri
Pembuatan
Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai Pengganti Pupuk Kimia
sebagai Salah
Satu Langkah Menurunkan Biaya Produksi
Pagi ini diadakan pertemuan rutin salah satu kelompok tani di Desa Paremono.
Tidak seperti pertemuan – pertemuan sebelumnya, pagi ini Mbah Karso terlihat
kurang bersemangat. Ketika ditanya oleh penyuluh yang pagi itu hadir dalam
pertemuan : “kenging nopo mbah kok kadose mboten semangat kados biasanipun??”
(ada apa mbah, kok sepertinya tidak bersemangat seperti biasanya??). Dengan
wajah lesu mbah karso menjawab: “kula niku bingung bu..panen e niku mboten sae,
ditebas mirah, wong gabah e kurang mentes, padahal kula pun ngedalke ragat
kathah nggih tumbas urea” (saya bingung bu..panennya kurang bagus, dibeli murah
karena gabahnya kurang bernas, padahal saya sudah mengeluarkan biaya yang
banyak untuk membeli pupuk urea).
Jumat, 23 Agustus 2013
Meraup Untung Dengan Sistem Tumpangsari
Perkembangan usaha budidaya tanaman
hortikultura di nilai prospektif dan menjanjikan keuntungan yang memadai bagi
petani, karenanya kini semakin banyak petani yang mulai minat beragribisnis
dengan tanaman hortikultura.
Budidaya tanaman hortikultura selain
bertujuan untuk pergiliran tanaman dilahan persawahan, juga untuk
mengurangi hama penyakit tanaman. Budidaya dengan sistem
ini memberikan keuntungan/ pendapatan yang
lebih dibandingkan dengan tanaman padi di lahan persawahan, meskipun
konsekuensi resiko kegagalan juga lebih
tinggi.
Rabu, 21 Agustus 2013
Langganan:
Postingan (Atom)








