Salam Pertanian - Sejahterakan Petani Indonesia

Jumat, 23 Agustus 2013

Meraup Untung Dengan Sistem Tumpangsari

Perkembangan usaha budidaya tanaman hortikultura di nilai prospektif dan menjanjikan keuntungan yang memadai bagi petani, karenanya kini semakin banyak petani yang mulai minat beragribisnis dengan tanaman hortikultura.

        Budidaya tanaman hortikultura selain bertujuan untuk pergiliran tanaman dilahan persawahan, juga untuk mengurangi hama penyakit tanaman. Budidaya dengan sistem ini memberikan keuntungan/ pendapatan yang lebih dibandingkan dengan tanaman padi di lahan persawahan, meskipun konsekuensi  resiko kegagalan juga lebih tinggi.


Budidaya hortikultura yang dilakukan kebanyakan petani masih banyak ditemukan monoculture (1 jenis tanaman/komoditas), petani belum berani untuk bertanam dengan lebih dari 1 tanaman dalam 1 lahan atau dalam bahasa pertanian disebut sistem tumpang sari. Padahal bila kita mampu mengelola dengan cermat, bertanam dengan sistem tumpang sari selain pendapatan kita meningkat, bila kita mampu memilih tanaman komoditas tumpang sari akan bisa menekan muculnya hama penyakit pada tanaman

        Bertanam dengan sistem tumpang sari adalah berbudidaya tanaman (terutama hortikultura/ sayuran) dengan lebih dari 1 macam tanaman/ komoditas dalam 1 lahan pertanian. Dalam pengelolaan tanaman tumpang sari, komoditas tanaman didahulukan tanaman yang waktu panennya lebih pendek baru disusul dengan komoditas lain yang waktu panennya lebih panjang. Dalam 1 lahan pertanian kita bisa mengoptimalkan dengan 24 macam jenis komoditas.

        Pengelolaan tanaman dengan sistem tumpang sari tidak terlalu rumit. Selama pengolahan tanah, kebutuhan pupuk diperlukan lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi  tanaman, tetapi selanjutnya pemupukan bisa diberikan dengan cara pengocoran lewat akar atau penyemprotan lewat daun.

        Dalam pengendalian hama penyakit, budidaya sistem tumpang sari tidak terlalu repot karena sekali pengendalian hama, akan efektif juga bagi tanaman yang lain. Bila pemilihan tanaman tumpang sari tepat, mampu mengendalikan secara alami karena ada tanaman tertentu yang mampu mengusir hama bagi tanaman lain.
Pemanean sistem tumpang sari tidak merepotkan petani, karena selama bertanam telah memperhitungkan waktu panen, sehingga waktu panen  tidak bersamaan. Contoh komoditas yang bisa ditanam dengan sistem tumpang sari :
1.   Caisim
2.   Kacang Panjang
3.   Cabe Rawit
4.   Pepaya

Cara pengelolaan tanaman tumpang sari dalam 1 guludan/bedengan :
1.   Tepian /pipi paling bawah dari guludan kita tanami caisim
2.   Setelah 2 minggu buat lubang tanam paling tepi untuk kita tanami kacang panjang dengan jarak tanam normal ( 50x50 cm )
3.   Setelah kacang panjang umur 2-3 minggu buat lubang tanam agak menjorok ke tengah bedengan  untuk kita tanami cabe rawit dengan jarak tanam normal (60x60 cm) 
4.   Bila cabe rawit berumur 50 HST kita bisa membuat lubang tanam ditengah bedengan dengan jarak 2mx2m untuk kita tanami papaya. 
Dengan pola tanam seperti disebut diatas petani bisa memanen secara bergiliran tanpa menunggu waktu panen yang cukup lama.
       Dengan budidaya sistem tumpang sari diharapkan petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih. Resiko kegagalan panen akan bisa tertutup dengan hasil komoditas tanaman yang lain.

Jika bertanam tumpang sari mampu memberikan hasil yang berlebih..kenapa harus ragu??

AYO BERTANAM TUMPANG SARI JIKA INGIN UNTUNG

Photos : taken from ‘http://citraindonesia.com/distannak-ajak-petani-terapkan-sistem-tumpang-sari ; http://om-tani.blogspot.com/2013/04/teknis-budidaya-tanaman-sawicaisim.html ; http://anekabibit.wordpress.com/harga-spesifikasi-bibit’

Penulis: Triana Purbandari – THL TBPP BPPK Kec. Mungkid

5 komentar:

  1. Suyanti, Blambangan Mungkid, Magelang24 Agustus 2013 pukul 11.03

    Setuju, dengan tanam tumpangsari dapat panen berkali - kali dengan berbagai jenis tanaman , asyik memang !

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain asyik, juga untung yang diperoleh semakin besar..silahkan mencoba

      Hapus
  2. Desan Adhi Nugraha, SMPN I Mungkid, Mgl24 Agustus 2013 pukul 11.24

    Wah.... jadi ingat saat ikut pelatihan pertanian di BPSDM Soropadan je, tanam tumpang sari khususnya berbagai tanaman sayuran memang mengasyikkan ,bisa panen macam-macam sayuran dalam satu lahan. Kapan ada pelatihan lagi ya , saya mau koq!

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga nanti bisa dilakukan pelatihan teknis semacam ini di BPPKP atau di Distanbunhut Kabupaten Magelang supaya mendapat gambaran yang jelas tentang tumpang sari yang dipraktikkan petani Kabupaten Magelang

      Hapus
  3. sukses pepaya, saya mohon bimbingan tumpangsari pepaya dengan cabee..

    BalasHapus

Tweet
Share