Salam Pertanian - Sejahterakan Petani Indonesia

Selasa, 06 Agustus 2013

Tikus Versus Tyto (bagian pertama)

Pembaca mungkin pernah menyaksikan kisah seekor tikus bandel dalam film berjudul RATS. Film produksi Hollywood itu menggambarkan ulah seekor tikus yang sangat menggemaskan, mungkin lebih tepatnya menjengkelkan, merepotkan, dan membuat kewalahan.  Dikejar-kejar sangat lihai bersembunyi, dipasang perangkap malah pemasangnya yang terperangkap sendiri.  Sungguh merepotkan. Itu hanya gambaran dalam film.

Dalam kehidupan nyata, ulah tikus tidak berbeda dengan apa yang ada di film tersebut, justru efeknya lebih merugikan. Di dalam rumah tikus membuat berisik, kotor, merusak perkakas rumah, bahkan menyebarkan penyakit. Di sawah, tikus dalam jumlah banyak menjadi hama dan sangat merugikan petani, karena tikus menyerang dari mulai tanam sampai penyimpanan dalam gudang. Tikus sifatnya sangat merusak, jika sudah menyerang tidak menyisakan sama sekali. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengendalikan hama tikus, mulai dari gropyokan, pemasangan umpan, pengomposan tetapi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Tikus tetap menjadi momok dan hama yang sangat merugikan.

Lalu siapakah tyto dan apa hubungannya dengan tikus?  Nama panjangnya  Tyto alba, salah satu jenis dari beberapa jenis burung hantu. Ciri fisiknya  berkepala bulat, pada wajah terdapat garis piringan yang merupakan pembatas berbentuk  love, bulu halus di wajah berwarna putih (alba).  Tyto alba termasuk hewan carnivora (pemakan daging ), hewan yang senantiasa berdiam diri kecuali pada malam hari sangat aktif saat mencari makan. 

Keistimewaan tyto alba adalah makanan spesifiknya tikus, tikus rumah, tikus got dan tikus sawah. Penglihatannya sangat tajam dilengkapi infra merah, begitu juga pendengarannya mampu mendeteksi cicitan tikus dari jarak 500 meter. Kejelian mengincar mangsa dan ketepatan menyambar tikus sangat tinggi, dilengkapi dengan paruh dan cakar yang kokoh.  Saat terbang gerakan kepak sayapnya hampir tidak menimbulkan suara, sehingga memudahkan untuk menangkap mangsanya. Daya jelajahnya mampu menembus radius 15 Km, sangat setia dengan sarangnya selama di kawasan tersebut masih ada makanan (tikus) .

Menurut perhitungan sepasang ekor tikus dalam setahun dapat berkembang menjadi 2048 ekor. Sebagai predator, tyto alba sangat efektif dan efisien, karena setiap malam berburu. Seekor tyto dapat makan 2-3 ekor tikus setiap malam, juga berburu tikus untuk anaknya di sarang, dan membunuh lebih dari yang dimakan. Sepasang tyto dalam sebulan dapat membunuh 180 ekor tikus.  Tyto alba cepat berkembang biak seimbang dengan perkembangbiakan tikus yang cepat juga.  Dan yang lebih penting mengendalikan tikus dengan tyto lebih menghemat biaya dan tenaga dibanding dengan penggunaan obat/ rodentisida, sehingga pengendalian tikus dengan tyto ramah lingkungan dan ekosistem terjaga.

Melihat kemampuanya yang sangat hebat maka tyto sangat cocok dikembangkan untuk mengendalikan hama tikus secara hayati. Alternatif lain setelah beberapa cara pengendalian secara mekanik, kimia, maupun teknis tidak berhasil.  Jika kita mau berfikir, ternyata di alam sudah tersedia segalanya yang dapat kita manfaatkan untuk terjadinya keseimbangan dan harmonisasi. Sungguh Tuhan Maha Kaya dan Maha Adil. (Sumber Laboratorium Lapang Tyto Alba Desa Tlogoweru, Demak).
Photos : Taken from 'http://animals.about.com/od/owl1/ig/Owl-Pictures/Barn-Owl.-E5u.htm & http://scienceblogs.com/tetrapodzoology/2011/06/20/owls-from-book/ & http://www.biodiversityexplorer.org/birds/tytonidae/tyto_alba.htm'

Penulis: Leily Koerniawati Ock, A.Md – THL TBPP BPPK Kec. Mungkid
 

4 komentar:

  1. wilayah kami merupakan daerah endemis tikus..kami tertarik untuk mengembangkan Tyto alba. yang ingin kami tanyakan, bagaimana cara budidaya Tyto alba??

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara mengembangkan Tyto alba untuk pengendalian hama tikus akan kami jelaskan pada materi penyuluhan selanjutnya. Trimakasih

      Hapus
  2. kami ingin menanyakan..apakah Tyto alba itu sama dengan burung hantu yang selama ini banyak dikenal masyarakat magelang dengan 'manuk huk'??

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih bu karminah pertanyaannya. Tyto ada banyak sekali, tetapi yang berperan sebagai predator (pemangsa) tikus hanya jenis Tyto alba. dan burung hantu yang selama ini dikenal masyarakat sebagai 'manuk huk' termasuk dalam keluarga Tyto, tetapi bukan jenis Tyto alba, sehingga tidak bisa digunakan untuk memangsa tikus.
      semoga sedikit penjelasan ini bisa memberikan gambaran

      Hapus

Tweet
Share