Salam Pertanian - Sejahterakan Petani Indonesia

Kamis, 12 September 2013

Pengendalian Keong Mas Pada Padi Sawah

Kerugian yang ditimbulkan hama keong mas berkisar antara 16 – 40% penurunan produksi gabah. Kondisi ini terjadi bila tanam pindah berumur  kurang dari 21 hari, dengan catatan bila petani tidak melaksanakan prinsip sistem tanam PTT yaitu pengairan berselang.


        Keong mas sanggup hidup berkisar 2 s/d 6 tahun. Telur yang dihasilkan setiap sekali bertelur berkisar antara 235 – 860 butir setiap pok telur dan menetas setelah berumur 8 – 14 hari. Itu sebabnya Keong mas sulit dikendalikan karena perkembang biakannya cukup cepat.

Untuk mengendalikan Keong mas    dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:
  1. Dengan menggunakan musuh alami melepas itik di areal sawah  sebelum tanam dan sesudah panen untuk memakan keong mas yang muda dan kecil
  2. Menggunakan perangkap dari bahan kelambu bekas atau karung goni ditempatkan pada kubangan sawah yang  tergenang air dan diberikan makanan kesukaan keong mas seperti kelapa, pisang, pepaya,  beras, limbah sayuran. Perangkap tersebut  dipasang sore hari  kemudian pada esuk hari keong yang terkumpul diambil.
  3. Mengeringkan sawah apabila terjadi serangan cukup besar dan buat kubangan di sawah untuk memudahkan pemungutan keong mas
  4. Tancapkan ajir  kayu atau bambu di sepanjang dekat pematang untuk memudahkan pemungutan
  5. Gunakan tanaman yang mengandung pestisida nabati yang diletakkan pada air persawahan seperti: daun tembakau, akar tuba, pinang, gadung basah, daun sembung, daun mimba, daun mindi.
  6. Menaburkan serbuk abu kasar atau serasah kayu ditempat yang terserang keong. apabila terserap dalam cangkang akan mengakibatkan kematian.

Selama ini, keong mas dilihat sebagai hama padi. Tetapi bila petani sedikit berfikir kreatif akan sangat menguntungkan bagi petani. Dibalik dari musibah yang menimpa petani terkandung hikmah bila bisa memanfaatkan. Hikmah tersebut adalah keong mas bisa digunakan sebagai pakan itik, lele dan bahkan bisa digunakan bahan baku pembuatan Pupuk Cair Organik. Daging keong mas dan cangkangnya memiliki kandungan vitamin, protein, lemak, karbohidrat, zat kapur dan unsur hara lainnya yang bisa diserap oleh tanaman sehingga cocok untuk pembuatan pupuk cair.

Sumber Sinta Juli 2011

Penulis: Tugimin, A.Md – PP Penyelia BPPK Kec. Mungkid

3 komentar:

  1. wilayah kami termasuk daerah endemis keong mas
    ilmu yang kami serap dari artikel ini akan kami praktikkan
    semoga cukup efektif

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat mencoba pak murzani
      semoga bermanfaat dan aplikatif

      Hapus
  2. asalamualikum
    bpak saya mau tanya
    kandungan hara dalam cangkang keong itu ada kandungan apa saja pak ?
    dan berapa persen hara yang terkandung dalam cangkang keongnya
    mohon infonya pak

    BalasHapus

Tweet
Share